Beberapa saat lalu, tanggal 18 Juli 2012 saya diundang untuk memberi kuliah online di page Anda Bertanya Habib Riziq Menjawab. Page satir yang selalu mengeluarkan sindiran lucu untuk FPI (Front Pembela Islam) ini memiliki 8428 likers (hingga tulisan ini dibuat) dan bertujuan untuk mengkampanyekan kedamaian lewat komedi. Mereka memiliki program berjudul kuliah anti bahlul yang mengundang beberapa narasumber untuk memberikan penjelasan seputar hal hal yang selama ini salah dipersepsikan masyarakat termasuk diantaranya seputar Yahudi dan Ateisme. Narasumber dari page Yahudi memberikan penjelasan bagaimana Yahudi merupakan ras dan tidak selayaknya selalu di kambing hitamkan atas semua hal lewat teori konspirasi dan hoax. Yang sayangnya kadang sering ditelan mentah mentah oleh beberapa muslim fanatik.
Demikian pula dengan atheisme. Tentu semua orang boleh tidak setuju bahkan membenci atheisme. Namun sebelumnya pastikan mereka paham apa sebenarnya ateisme. Tulisan dibawah ini adalah apa yang saya sampaikan di page tersebut dengan beberapa keterangan tambahan.

Kuliah Anti Bahlul Bag I. Topik: Atheisme. Perkenalkan saya virgi, salah satu Admin Page Sebelah: Anda bertanya Ateis Menjawab. Malam ini akan memberikan materi mengenai ateisme. Disclaimer: Tidak ada secuilpun dalam materi ini yang mengajak anda untuk tidak beragama. Segala hal didalamnya bertujuan untuk memberikan informasi yang selama ini salah mengenai ateis dan ateisme.
1. Apa itu ateisme?

Ateisme adalah posisi dimana seseorang tidak beragama dan tidak menyembah tuhan terutama tuhan personal. Tuhan personal adalah sosok tuhan yang memiliki kehendak yang sering digambarkan agama agama abrahamik seperti islam, kristen, yahudi, dll (sosok tidak terlihat yang menciptakan segala sesuatu, super sakti, maha bijak, bisa marah,  menghukum manusia, menciptakan surga dan neraka, dll). Ateis adalah sebutan bagi orang yang tidak beragama, tidak percaya tuhan. Umumnya ateis tidak mempercayai kekuatan supranatural apapun.

2. Kenapa ateis tidak percaya Tuhan?
Karena sejauh ini tidak ada sedikitpun indikasi bahwa Tuhan sesuai deskripsi agama agama yang ada sekarang ini memang ada, atau pernah ada. Hampir seluruh orang yang beragama mempercayai Tuhan ada karena didoktrin seperti itu sejak kecil, tertanam bahwa mempertanyakan keberadaan Tuhan adalah dosa atau tidak memiliki standar logika yang objektif. Itulah kenapa masing masing orang tumbuh besar, beranak pinak dan mempercayai keberadaan tuhan menurut versi masing masing yang nyaman mereka percayai sementara tidak ada bukti bahwa Tuhan yang mereka percayai ada. Segala hal yang sering disangkut pautkan dengan tuhan seperti datangnya petir, tumbuhnya tumbuhan, kematian, adanya manusia, adanya alam semesta secara perlahan mampu dijelaskan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan semakin jauh dengan penjelasan versi agama dan kitab suci. Seandainya pun masih ada yang manusia belum tau itu bukanlah alasan untuk mempercayai Tuhan ada. Ibarat ketidaktahuan manusia dahulu kala terhadap petir membuat orang percaya dan menyembah Jupiter. Jika Tuhan memang ada dan maha bijak, maka dia akan tau bahwa kepercayaan diraih dengan usaha dan pembuktian secara objektif.
3. Apa landasan moral ateis jika bukan karena agama?
Ateis mengetahui baik dan buruknya sesuatu dengan mengetahui alasannya. Kita menggunakan logika dan ilmu pengetahuan untuk mengetahui bahwa pernikahan dengan gadis dibawah umur itu tidak baik, atau bahwa kelainan orientasi seksual adalah sesuatu yang bisa muncul sejak lahir. Disitulah kita menentukan mana yang baik mana tidak, mana yang benar secara moral, mana yang tidak. Perbedaannya terletak pada: kita tunduk pada alasan dan itu bisa berubah seiring waktu sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika sosial. Kesalahan agama sebagai landasan moral adalah mereka menawarkan satu set landasan moral baku yang tidak bisa digugat. Sementara hukum dan aturan manusia bisa diruntuhkan jika ada alasan yang lebih kuat. Kita sadar membunuh orang itu tidak baik karena kita sadar akan alasannya. Bukan hanya karena ada buku yang berkata demikian. Ini penting karena nilai moral selalu berkembang seiring waktu. Dulu perbudakan dibenarkan dan kini dianggap amoral. Dulu menikahi gadis dibawah umur wajar dan kini tidak. Dulu wanita dianggap warga kelas dua dan kini manusia sadar bahwa itu tidak beralasan. Artinya tidak ada standar baku nilai moral yang berlaku sepanjang jaman dalam level detail karena adanya pergeseran dinamika sosial dan juga berkembangnya pengetahuan manusia. Kami tunduk pada hukum, konsekuensi sosial.
4. Apakah ateis membenci tuhan/agama tertentu?
Tidak, meskipun kami memang membenci fanatisme berlebihan yang mengganggu orang lain. Pembunuhan atas nama agama, perampokan atas nama agama, dll. Klaim bahwa adanya mahkluk super namun tidak terlihat adalah klaim yang terlalu luar biasa untuk dipercayai tanpa bukti. Kami berpendapat bahwa sesuatu klaim yang luar biasa memerlukan bukti yang luar biasa pula. Itulah kenapa kami tidak mempercayai bahwa tuhan itu ada, dan kami tidak membenci.
5. Apakah hubungannya antara ateis dan komunis?
Tidak ada. Komunisme adalah sistem ekonomi politik. Tidak ada salahnya anda mencari tau lebih banyak tentang komunisme dan mendapatkan banyak tokoh agama yang mendukung komunisme. Pimpinan partai komunis india contohnya adalah wanita muslim berjilbab. Ada alasan kenapa tokoh tokoh demokrasi orde baru mempropagandakan komunisme sedemikian rupa sehingga terkesan sangat hina. (Meskipun saya pribadi tidak menyukai ide komunisme).

Demikian sekelumit materi tentang Ateisme agar rekan rekan sadar bahwa ateisme ada di Indonesia dan tidak seburuk yang orang bayangkan. Kami masih terpaksa menulsikan agama lama di kolom KTP meskipun beberapa rekan sudah sukses mengosongkan kolom agama dalam KTP. Beberapa pertanyaan bisa ditanyakan atau datang langsung ke page sebelah.

-val-

Bagaimana tanya jawab berlangsung, komentar, dan pertanyaan yang muncul bisa anda baca di link berikut.

 

6 responses »

  1. gunaetiadis mengatakan:

    Kalo orang tua anda bilang bahwa dulunya orang tua anda seorang yang miskin sedangkan sekarang menjadi kaya karena usahanya atau kerja kerasnya pasti anda tidak akan percaya karena anda tidak pernah melihat orang tua anda menerima kekayaannya dari warisan atau mungkin hanya pemberian dari orang yang tidak disangka atau bahkan merupakan hasil kejahatan…..
    beragama itu pilihan. tapi jika manusia tidak beragama lebih sepertinya anda tidak mengenal asal usul anda……….

  2. valbiant mengatakan:

    Prinsipnya sederhana. Klaim luar biasa membutuhkan bukti yang luar biasa. Jika ada orang bilang punya naga di rumahnya tapi hanya mau nunjukin kukunya, layakkah dipercaya? Disisi lain orang yang berkata punya apel, tidak perlu bukti untuk dipercaya karena itu bukan klaim yang luar biasa. Fakta bahwa orang tua saya kaya bisa dibuktikan. Apakah itu hasil kejahatan atau tidak, kita lihat bukti buktinya tapi keduany abukan hal yang luar biasa. Berbeda jika orang tua saya berkata uang tersebut dari jin,saya tidak akan mempercayainya kecuali ada bukti.

    Tentu beragama itu pilihan. Orang memiliki hak untuk mempercayai apapun termasuk hal hal yang konyol, dan tentu saja orang lain punya hak yangs ama untuk menertawakannya.

  3. Sandikala Kliwon mengatakan:

    Agama itu hanya untuk mengatur diri sendiri, jangan dibawa-bawa dalam bersosialisasi, apalagi dibawa-bawa dalam hal pemerintahan, agama itu untuk orang-orang yang menyakini saja, salam Damai.

  4. Ady Tirta mengatakan:

    Apa ada rasa senangan anda tidak beragama?

    • Ady Tirta mengatakan:

      Menurut saya
      Agama itu suatu kesenangan
      sebuah alat yang di buat untuk memberi rasa bahagia

      Agama itu suatu petunjuk
      sebuah alat yang di buat untuk memberi arah dan tujuan

      dan kita sebagai Manusia (Mahluk berpikir) harus mengunakan otak kita

      opini saya klok anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s