Selamat datang di Valnotes.

Mana yang anda pilih? Kebenaran meskipun itu menyakitkan? Atau segala sesuatu yang membuat anda nyaman, meskipun itu palsu? Jika anda mengejar yang pertama, kita mengejar hal yang sama. Kecuali anda adalah seorang freethingker seperti saya, apa yang saya tulis di blog ini mungkin kurang nyaman untuk dibaca, apalagi dipikirkan lebih lanjut. Namun memang tidak selayaknya ada hal di dunia ini yang tidak boleh untuk dikritisi. Kita akan banyak mengkritisi dogma.

Ada kalanya agama menjadi sebuah sarana untuk membawa ketenangan dan kedamaian. Namun apa yang terjadi ketika agama menjadi alat politik dan tanpa sadar anda adalah bidak catur pemuja kekuasaan, namun anda merasa sedang mengemban tugas suci? Mungkin akan sedikit susah membayangkan itu terjadi pada agama anda namun lihatlah agama lain satu per satu dan sejarah mereka. Akan cukup mudah dilihat betapa agama pernah (dan masih) menjadi alat bagi segelintir orang untuk berkuasa. Bukan hanya secara politik formil, namun segala bentuk kekuasaan.

Disisi lain, cukup menyedihkan pula jika agama dijadikan sebagai rujukan fakta sehingga mengalahkan fakta empiris sebagai hasil dari pembuktian. Bahwa segala yang disebut agama anda adalah benar dan segala yang bertentangan adalah salah, dan bahkan harus dimusnahkan.

Berfikir itu bagus…

3 responses »

  1. gunaetiadis mengatakan:

    Ya sepertinya anda terlalu mengandalkan otak anda . mungkin suatu saat terkadang pikiran anda menipu anda. Islam itu agama buat orang yang berpikir tapi yang paling penting Islam itu agama buat orang yang bersyukur…………

  2. valbiant mengatakan:

    Pertanyaannya, selain otak, apa yang bisa kita andalkan untuk mencoba mencari kebenaran?

    • _Marin_ mengatakan:

      Like this blog🙂 Setuju bahwa beragama atau berkeyakinan, tidak seharusnya membatasi diri dengan doktrin-doktrin atau cerita-cerita yang ada.. Setiap orang bisa membaca kitab suci.. Tapi, saya rasa, untuk mencermati isinya, diperlukan ketelitian dan kearifan.. Dan saya setuju juga bahwa terkadang, jika kita ingin berpikir “out of the box”, agama seperti halnya ethnicity sering dijadikan bahan politik/kekuasaan/hal-hal lain yang tidak ada sangkut menyangkut dengan agama/ethnicity itu sndiri..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s